Searching...

Penginapan murah di bali tarif mulai dr 40rb an


Bila gaya perjalanan anda sebagai backpacker/budger traveller, maka penginapan ini sangatlah cocok. Selain memang tujuannya menekan biaya perjalanan serendah-rendahnya juga ada pertimbangan kenapa harus tinggal di hotel mewah nan mahal karena sebagian besar waktu kita ada di luar hotel (jalan-jalan maksudnya)

Tempat terkenal dimana komunitas backpacker menginap adalah di Jalan Poppies Lane II, banyak sekali penginapan murah dengan tarif mulai 40ribu per malam.





1. Cempaka II (Bersih & privasi) : 0361 757750 dengan Kadek
Spoiler for 

2. Ronta Bungalow (Bersih) Gg. Ronta 0361 754246. 50 m dari monumen Bom Bali I
Spoiler for 

3. Losman Arthawan ( 0361 752913 ) - Poppies Lane II
Spoiler for 

4. Dua Dara, Poppies Lane II.
Spoiler for 

5. Segara Sadhu Inn. 0361) 759909, Jl. Poppies II Gang 1 # 3A
Spoiler for 

6. Jus Edith Bungalows 0361) 750558, Gang Ronta, Poppies Lane II
Spoiler for 

7. Gora Beach Inn - Poppies Lane 2, Banjar Pengabetan (0361 - 752578)
Spoiler for 

8. Yunna Cottage - Jl. Pantai Kuta Gg Poppies 2 (0361 - 753015)
Spoiler for 
BELUM ADA 

9. Tunjung Bali Inn - Poppies Lane 2 (0361 - 762990)
Spoiler for 

10. Palm Gardens Taman Nyiur - Poppies Lane 2 (0361 - 752198)
Spoiler for 

11. Okie House - Poppies Lane 2 ( 0361- 752081)
Spoiler for 

12. Mahendra - Poppies 1 Banjar Pengabetan (0361 - 752371)
Spoiler for 

13. Puri Agung - Poppies 1 (0361 - 750054)
Spoiler for 

14. Bungalows Taman Ayu - Poppies 1 (0361 - 751855)
Spoiler for 
:P

15. Komala Indah - Poppies 1 No. 20 (0361 - 751422)
Spoiler for 




Masih belum cukup? ini masih ada pilihan lain.

Info Hotel Murah di Denpasar & Kuta Setelah terminal Ubung, sasaran bahasan hotel murah meriah selanjutnya tentu saja ibukota bali, Denpasar and tetangganya, Sanur. Denpasar tuh panas ‘en crowded, tapi kalo bicara soal “living cost”, Denpasar bisa jadi pilihan yang terbaik ketimbang Kuta, Jimbaran and Nusa Dua. beberapa info berikut, semoga membantu…

1.Dharma Wisata Hotel Jl. Imam Bonjol 125 P.O. Box 3226 Phone : (0361) 484186 Jml Kamar : 34 7 kamar dg AC + KMD = Rp 150.000/malam 27 Kamar + KMD = Rp 60.000/malam Service : Minum ala kadarnya (kadang2 the/kopi, biasanya air putih) Komen : Baik

2.Hotel Darmadi Hotel ini memi liki beberapa cabang, masing2 : Jl. Raya Kuta Telp. (0361) 751788, 756086 Jl. Gn. Penulisan Denpasar No. 5 Telp. (0361) 483791 Jl. Bukit Tunggal Denpasar No. 16 Telp. (0361) 484014 Jl. Bedahulu Telp. (0361) 4233865 Gianyar Jl Raya Sakah Gianyar Telp. (0361) 975904 Untuk kawasan Denpasar biaya Rp 40.000/malam Komen : Baik Service : Minum ala kadarnya

3.Candra Garden Hotel Jl. Diponegoro Denpasar No.114 Telp. (0361) 226425 Jml kamar : Gue lupa (86 kali ‘Ndro) Ekonomi (Kipas2 sendiri) Rp 40.000/malam Kipas (elektrik) Rp 55.000 atau Rp 65.000 (tergantung lantai berapa) AC Rp 85.000 AC + TV Rp 100.000 *Semua kamar ada kamar mandi

4.Hotel Viking Jl. Diponegoro (sebelon Ra maya na bali Mall) Jml kamar : 80 (AC and Fan) Fasilitas : Kopi and teh (bisa untuk rombongan) AC = Rp. 120.000 and Rp. 150.000 Fan = Rp. 60.000 and Rp. 70.000

5.Hotel Bali Continental Jl. Hang Tuah 34 Sanur telp (0361) 288250 Jml kamar : 16 (AC and fan) Fasilitas : Kopi, teh and sarapan, air panas and bisa buat rombongan AC = Rp. 200.000, 150.000 and 125.000 Fan: ??

Kalo permintaanmu deket pantai aku saranin untuk nginap di :

Pesona Beach Inn Reservasi di 0361-765778 Asli murah meriah. Hanya 100 mtr dr pusat pantai Kuta. Kalo dr Airport Ngurah Rai bilang aja ke Jl. Poppies I. Sangat dekat kemana2 deh. Lagian fasilitas di sekelilingnya sangat mendukung, laundry, resto, internet, minimarket, dll. Cuman kamu mesti jauh2 hari udah booking soalnya sering full booked. ·

Vilarisi Hotel. (daerah kuta) Kamu bisa cek kamarnya di www.vilarisi. com Harga kamar superior Rp. 250.000,-/kamar/ malam termasuk breakfast, tax and service charge. Fasilitas setara dengan hotel bintang 3. Untuk informasi lebih lanjut, bisa hubungi info@vilarisi. com ·

Kuta Sea View samping Mc Donald persis di depan pantai Kuta. Cuma disini pantainya hanya bisa untuk surfing tapi view nya top juga berpasir putih. ·

Hotel New Arena, daerah Kuta - Poppies Lane I, berjarak sekitar 200 m dari pantai Kuta, berada di belakang McD Kuta yg setelah HRC. Fasilitas : - twin bed (ato double singlebed ya namanya?) - semalem Rp 150.000,- (lebih murah booking l ewa t internet, - bath tub - shower - wastafel - air panas dingin - AC - TV - breakfast - swimming pool ·

Segara Beach Inn jl ciung wanara 70 rb kamar mandi dalam fan, dekat matahari kuta square ke pantai jln kaki…ph0361756372 ·

Legian Express Hotel jl legian dekat pertigaan jl benesari ke pantai bisa jln kaki…175 rb ac tv tlp breakfast kolam renang…ph 0361751560 ·

Prani legian 150 rb fasilitas sama dg legian express (satu group) tlp lupa bisa tanya legian express agak jauh dikit dg pantai jln kaki masih bisa… ·

Kendimas Jl. Bakung Sari telp. (0361) 755275 Kawasan Kuta Kuta? mahal bo! ngga cuman hotel, makanan, barang2 seni, sampe es cendol pun harganya ngga ketulungan. tapi bagi yang udah pengalaman pasti tau trik2 buat hidup “sederhana” di sono.

Ini neh beberapa hotel alternatif kalo anggaran kamu terbatas Balindo Hotel Jl. Raya Kuta 117, telp (0361) 750795 Jml Kamar : 17 (AC and fan) Service : Kopi, teh, TV and kolam renang AC = Rp. 100.000/malam fan = Rp. 60.000 and 80.000 per malam Lokasinya deket ama Bandara Ngurah Rai, Plaza bali, Joger, Supermarket and juga deket ama Pantai kuta tentunya.

Hotel Darmadi Jl. Raya Kuta 100A-B, Telp. (0361) 751788, 756086 Jml kamar: 40 (AC and no fan) Service : kopi, teh (bisa untuk rombongan dalam jumlah besar..) AC = Rp. 300.000 /malam No Fan = Rp.150.000 /malam

Wisma Bima I Jl. raya KutaNo.195 Telp. (0361) 751141 Jml kamar : 42 (AC and Fan) Fasilitas: kopi, teh, TV and ruang pertemuan untuk 40-80 orang AC = Rp 75.000, 80.000, 85.000, 110.000 and 120.000 /malam Fan = Rp. 35.000, 55.000 and 60.000 /malam

Wisma Bima II Jl. Raya Kuta 109 telp (0361) 751142 Jml kamar : 35 (AC and Fan) Fasilitas : Kopi, teh, TV, sarapan pagi (bisa untuk rombongan sampe 200 orang) AC = Rp. 110.000 /malam plus sarapan Fan = Rp. 60.000, 70.000 and 80.000 /malam

Hadi Poetra Jl. Raya Kuta 323/378 Sanur - Telp (0361) 755879 Jml kamar : 10 (AC and fan) Fasilitas : Kopi, teh AC = Rp. 90.000 /malam Fan = Rp. 60.000 /malam

Karthi inn Jl.Kartika plaza Tuban Kuta 0361.754810

Yulia inn Jl.Pantai Kuta no 43 ph.0361.751893

Willy cottage (Nusa indah) Jl.Ciung Wanara No. 17 ( Belakang Matahari Kuta Square) 0361.752273


SEBAGIAN DARI HOTEL BERBINTANG

1. Hotel Mercure Kuta Bali

Jalan Pantai Kuta 10 X, Br Pande Mas, KUTA - (0)361 767411



2. Inna Kuta Beach

Jalan Pantai Kuta, Kuta - (0)36 175 1361



3. Legian Beach Hotel

Jalan Melasti, Kuta - (0)36 175 1711
4. The Samaya

Kuta - (0)36 173 1149



5. Bali Mandira Beach Resort & Spa

Jln Padma no 2, legian, kuta, Bali Indonesia, Kuta - (0)361 751381

Sumber : Kaskus

Kisah Dua Prajurit



Soeharto membenci sekaligus menyayangi Benny Moerdani. Lama terputus, hubungan keduanya pulih setelah lengsernya sang Presiden. 


Tanggal 12 Maret 1958 masih pagi buta yang dingin Letnan II Benny Murdani dari satuan kompi RPKAD sudah harus memimpin serangan udara. Ia berada dalam satu dari tiga pesawat dakota C-47 ia harus memimpin operasi memperebutkan Landasan Udara Simpang Tiga Riau yang sudah diambil alih oleh PRRI dan mengancam akan meledakkan ladang minyak milik Caltex.

Setelah kopral Sihombing melompat, Benny mengikutinya. Yang tidak terlupakan dalam peristiwa tersebut, dulu orang terjun payung tanpa payung cadangan. Semua tergantung perjudian nasib. Padahal bagi Benny ini adalah kali pertama ia terjun lantaran memang ia tidak punya kwalifikasi penerjun.

Dasar nekad ia berpendapat “kambing saja diterjunkan selamat, masa manusia tidak bisa?.“

Selesai menyerbu pemberontak, Soeweno berlari mendekatinya sambil mengeluarkan wing dari kantungnya dan menyematkan di dada Benny sambil berkata “Wah Ben Kowe Saiki Wis Dadi Penerjun Tenan. Selamat yo” - namun tak ada yang ingat komentar ataupun perubahan wajah Benny yang dari dulu dikenal dingin itu.

Dalam serangan tersebut ada 80 truk ditinggalkan pemberontak.

Ternyata persenjataan yang telah dikirimkan oleh CIA sangat berlimpah, terbukti mereka menemukan bukti pengiriman.

Selain uang, isinya antara lain perbekalan senjata kiriman Amerika seperti Garand, Springfield. Recoilless dan Bazooka. T

Ketika bandara dinyatakan steril, Letkol Wiriadinata langsung bertanya “Ben, berani tidak kau ke kota?” - Bandara Simpang Tiga dengan kota Pakanbaru jaraknya lima belas kilometer. Menuju jantung pertahanan pemberontak, celakanya tidak seorangpun anggota RPKAD yang pernah bertugas di sana. Tetapi Benny menjawab “Siap Overste.“

Benny beserta keempat sahabatnya Weno, Dading, Sihombing dan Sukma segera naik Jip dan memasuki kota asing bernama Pakanbaru. Untuk menghindari jebakan pasukan lainnya berjalan kaki dengan gelar melambung.

Jip dengan pengemudi belum pernah ke Pakanbaru merupakan satu-satunya kendaraan dipagi buta Riau. Sebuah antene panjang mencuat dari samping Jip dan Sukma sang petugas perhubungan sibuk berbicara dengan Walkie Talkie-nya untuk meminta dukungan pengamanan dari pesawat terbang TNI-AU.

Padahal alat canggih hasil rampasan dari pemberontak tersebut cara menggunakannyapun mereka tidak tahu. Sekedar menakut-nakuti pemberontak.

Insiden Padang

Tugas penyerangan berikutnya adalah kota Padang merebut bandara Tabing. Namun saat briefing Benny memerintahkan anggotanya kali ini membawa payung cadangan sesuatu yang tidak pernah dilakukannya saat operasi militer di Riau dan Medan.

Ada yang menggelisahkan Benny. Cuaca di Padang sangat buruk. Hujan tak kunjung reda. Dan menurut laporan ranjau berupa bambu runcing sampai ranjau ledak sudah ditaman disekitar bandara.

Begitu perintah dari jump master berteriak “Stand in the door,” maka satu demi satu pasukan RPKAD keluar perut pesawat menyongsong awan. Benny selalu menjadi penerjun kedua.

Ketika gilirannya melompat pesawat lagi-lagi memasuki udara bergolak sehingga terhempas keras dan kaki Benny terlilit tali pesawat. Saat itulah jump master menendangnya dari belakang. Sebuah tindakan standar dalam penerjunan.

Benny terlempar dan tergantung diudara dengan satu kaki terbelit tali sementara payung utama kuncup. “Rasanya lutut sudah menjadi bubur“

Dihadapkan situasi darurat dan tidak seorangpun teman dapat menolongnya Benny menarik nafas sambil menahan kesakitan. Saat tubuhnya bergelayutan mirip yoyo ditangan maut ia meraih pisau komando untuk mengerat tali.

Tali terputus dan tubuh Benny meluncur kebumi. Sekalipun pengalaman terjunnya minim seminim ketinggian minimum untuk mengembangkan payung, tangan kirinya sempat menarik tali payung cadangan.

Entah mengapa payung masih bisa mengembang sekalipun payung tidak mengembang sempurna dan Benny harus terhempas mendarat dengan lutut yang baru saja cedera diudara. Namun semangat juangnya tetap muncul sehingga sekalipun terpincang-pincang ia berkumpul bersama anak buahnya. Entah apa jadinya kalau saja ia tidak memerintahkan anak buahnya membawa payung cadangan.

Seperti dugaannya, pemberontak menaburi bandara Tabing dengan aneka macam ranjau seperti bambu runcing cakar logam beberapa diantaranya adalah jenis-jenis ranjau terbaru yang mereka tidak kenali dalam pendidikan.

Sihombing Gugur.

Dalam operasi di Prapat perlawanan PRRI memang pertahannya berlapis-lapis. Benny mengamuk ketika mendengar sahabatnya Kopral Sihombing gugur (selalu berada didepan dalam penerjunan payung) . Salah satu versi melukiskan wajah Benny berubah merah menahan sedih dan marah melihat Sihombing anak buah yang selalu mendampinginya dalam pelbagai pertempuran, gugur. Kali ini Benny bertutur “..kami hampir tidak bisa melangkah, tanpa menginjak mayat. Mereka mati begitu banyak. sayang sekali, saya lihat semuanya masih muda-muda. Tapi memang goblok, anak-anak seumur murid SMA baru latihan sebentar, sudah memaksa diri bertempur…“

Gugurnya Sihombing diumumkan ketika jenazah Kopral tersebut diangkut ke Medan. “Lho, itu bukan nama tentara Jawa, itu orang kita,” teriak masyarakat beramai-ramai.

Pertempuran menyadarkan bahwa bukan pertempuran antara Jawa melawan Batak atau Padang melainkan pertempuran Pemerintah melawan petualang bersenjata. Dengan demikian sentimen kedaerahan “di jajah Kolonialis Jawa” yang selama ini dihembuskan pimpinan pemberontak menjadi pupus sedikit demi sedikit.

Kehadiran Campur Tangan Asing

Juga hal yang sering “pura-pura” dilupakan orang saat itu CIA dan Pentagon jelas-jelas berada dibelakang pasukan PRRI. Dalam kasus lain Permesta misalnya Allan Lawrence Pope, diduga CIA, seorang penerbang AS yang pesawatnya ditembak jatuh diperairan Teluk Ambon pada 18 Mei 1958 namun baru diumumkan 27 Mei 1958.

Dalam hal ini Kolonel Fletcher Prouty, pensiunan USAF menulis buku The Secret Team:” Perlengkapan militer telah terkumpul di Okinawa dan Philipina. Orang Indonesia, Philipina, Cina, Amerika dan tentara bayaran negara lain telah siap sedia membantu pemberontakan. Angkatan Darat Amerika bahkan telah memberikan latihan militer, angkatan laut membantu kapal selam dan angkatan udara menyediakan dukungan pesawat berikut memodifikasi pesawat pembom B-29..”

Atau menyimak tokoh Permesta Dolf Runturambi :”Kiriman pertama berbagai jenis senjata ringan serta amunisi untuk pasukan infanteri langsung dibagi-bagikan. Beberapa pucuk mitraliur segera dipasang ditempat strategis. Kiriman tersebut disertai instruktur militer. Pusat pelatihan di Mapanget dilatih Marinir AS. Untuk latihan tempur satuan kompi dan batalyon dilakukan di Remboken, Tompaso dan perbukitan Langoan. Latihan ini dipimpin Mayor Angkatan Darat Phillipina dan beberapa eks Perwira TNI yang membelot.”

Masih banyak lagi termasuk ketika mengakali kopor milik aktivis kemerdekaan Timor Leste yang berniat mengadu ke Amerika dan Australia. Intrik politik, bersinggungan dengan para oportunitis politik sampai rasa sesalnya ketika ia melihat rasa aman sudah tidak dimiliki warga negara ini.

****

"Biar jenderal atau menteri, yang bertindak inkostitusional akan saya gebug!" Kata-kata itu meluncur dari mulut Soeharto di atas pesawat kepresidenan, pertengahan 1989. Ketika itu dia dalam perjalanan pulang dari kunjungan ke Beograd, Yugoslavia.


Soeharto tak menyebut nama tapi publik tahu siapa yang dimaksud. Leonardus Benyamin Moerdani. Di akhir 1980-an sang Presiden memang sedang sengit-sengitnya kepada Benny. Bawahan yang paling dia percaya itu berani menganjurkan dia untuk tidak lagi menjadi presiden serta menentang anak-anaknya.


Itulah isu yang berkembang. Mayjen (Pur) Kivlan Zen, bekas Kepala Staf Kostrad, malah mengatakan Benny ingin melakukan kudeta. Informasi ini yang menurut Kivlan dilaporkan Prabowo Subianto kepada mertuanya yang berujung pemecatan Benny dari jabatan Panglima ABRI seminggu sebelum Sidang Umum MPR 1988.


Benny tegas-tegas membantahnya. "Bagi saya seorang prajurit yang pernah melawan pemimpin tertingginya berarti sudah cacat seumur hidupnya," katanya kepada Brigjen (Pur) FX Bachtiar yang menanyakan hal itu.


Kata-kata Benny itu dikutip Bachtiar dalam artikelnya di biografi "LB Moerdani Pengabdian Tanpa Akhir" yang terbit Desember 2004. Puluhan sahabat dan kenalan yang ikut menuliskan pengalaman mereka mengatakan Benny seorang loyalis. Ucapan Benny kepada Letjen (pur) Sofian Effendy menggambarkan hal itu: "Soeharto adalah guru saya. Dia yang membesarkan saya."


Membesarkan? Ya. Mereka berkenalan dalam Operasi Mandala untuk merebut Irian Barat pada 1961. Soeharto, sang Komandan, mengagumi keberanian Kapten Benny yang ketika itu memimpin Pasukan Naga. Mereka kembali bertemu pada 1965 kala Benny ditempatkan di satuan intelijen Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) yang dipimpin Soeharto.


Hubungan mereka kian dekat. Setelah berkuasa, pada 1974 Soeharto mengangkat Benny menjadi Kepala Perwakilan RI di Seoul, Korea Selatan. Tapi Benny sering meninggalkan posnya karena punya tugas "sampingan": mengawal Soeharto dalam berbagai lawatan ke luar negeri. Lakon pengawal tak resmi ini dia jalankan hingga bertahun-tahun.


Saking percayanya, Pada 1975 Soeharto menunjuk Benny memimpin Operasi Seroja ke Timor Timur. Dan Benny sukses. Enam tahun kemudian, dia ditugaskan memimpin pasukan Kopasandha membebaskan pesawat GadudaWoyla DC-9 yang dibajak di Bandar Udara Don Muang, Thailand. Ada yang mengatakan itu rekayasa Soeharto agar bisa mendongkrak pangkat Benny.


Benar atau tidak, yang pasti sejak itu karir Benny maju pesat. Puncaknya ketika Soeharto menunjuk Benny sebagai Panglima ABRI dalam Kabinet Pembangunan IV (1983-1988). Tapi, laporan Prabowo membuat Soeharto marah dan "memensiunkan" anak emasnya itu lebih awal.


Mantan dokter tentara dalam dalam Operasi Mandala Ben Mboi, bercerita, Soeharto sudah lama jengkel pada Benny. Soalnya, dia berani meminta si Bos "menjauhkan" anak-anaknya dari kekuasaan. Itu dia sampaikan ketika keduanya bermain bilyar, sendirian, di Cendana. Saat itu Benny sudah menjadi Pangab. "Ketika saya angkat masalah anak-anak itu, Pak Harto berhenti bermain, masuk kamar tidur dan tinggalkan saya di kamar bilyar," ujar Benny kepada Ben.


Anehnya, Soeharto seperti tak bisa benar-benar membenci Benny. Ketika munyusun kabinetnya pada 1988, Benny mendapatkan pos menteri pertahanan dan keamanan. Keputusan tak terduga itu membuat Benny kalah taruhan dan harus membayar Laksamana (Pur) Sudomo satu set golf plus 2.000 bola.



Padahal ketika bertemu Sudomo beberapa waktu sebelum pengumunan kabinet, Soeharto masih amat marah pada Benny. Itu karena Benny mengusulkan penguasa Orde Baru untuk mundur dari pentas politik setelah 1993. Benny kuatir, kalau diteruskan nasib Soeharto akan seperti Presiden Soekarno: diturunkan dengan paksa.


Soeharto akhirnya diturunkan setelah huru-hara pada 1997. Tapi itu justru berkah bagi kedua "sahabat" yang hampir sepuluh tahun marahan. Pada ulang tahun Soeharto pertama setelah lengser—8 Juni 1998— Benny datang. Keduanya kembali saling mengunjungi dan berkirim kartu ucapan hingga Benny berpulang pada 29 Agustus 2004.


Sumber : Majalah TEMPO, edisi 4- 10 Februari 2008

Eli Cohen, mata-mata israel yang hampir menjadi Presiden Suriah




Eli Cohen (26 Desember 192418 Mei 1965) adalah seorang agen rahasia Mossad, Israel dan diangggap sebagai salah satu mata-mata paling sukses setelah perang dunia II.
Lahir di Mesir, ia ikut serta dalam setiap aktivitas pro Israel di Mesir selama tahun 1950-an, seperti dalam Operasi Goshen meskipun pemerintah Mesir tidak pernah dapat membuktikannya. Ia direkrut Mossad pada tahun 1960 dan diberi identitas palsu sebagai orang Syria yang kembali pulang setelah lama hidup di Argentina. Untuk memperkuat penyamarannya ini, ia bahkan pindah ke Argentina pada tahun 1961.
Kemudian ia pindah ke Damaskus, Syria dengan nama alias Kamel Amin Tsa'abet (nama panggilannya Sa'bet atau Tha'bet). Cohen berhasil memperoleh kepercayaan dikalangan pejabat militer syria dan juga pejabat pemerintahan. Secara berkala ia mengirim informasi intelijen ke Israel lewat radio, surat rahasia dan kadangkala pada saat ia berkunjung ke Israel. Informasi yang sangat berharga yang berhasil ia kirimkan ke Israel pada tahun 1964 adalah data tentang kubu pertahanan Syria di dataran tinggi Golan.

Akhirnya pada bulan Januari 1965, seorang ahli dari Uni Soyvet yang disewa oleh dinas intelijen Syria berhasil menyadap pesan yang sedang dikirimkan Cohen ke Israel. Setelah dihadapkan ke pengadilan, ia diputuskan bersalah terlibat mata-mata dan dijatuhi hukuman mati. Banyak kepala negara barat (Perancis, Belgia, Kanada) yang meminta pemerintah Syria untuk memperingan hukumannya bahkan Paus Paul VI ikut bersuara, tetapi ia tetap digantung oleh pemerintah Syria pada tanggal 18 Mei 1965. Sampai dengan hari ini, Syria yang merasa sangat kecolongan, tetap menolak memulangkan jenazah Cohen untuk dimakamkan di Israel.

Selama dalam penyamaran, Cohen berteman baik dengan banyak jenderal terkemuka di Syria termasuk Amin Hafiz. Setelah Hafiz menjadi Perdana Menteri, ia bahkan termasuk salah satu kandidat untuk menempati posisi sebagai wakil Menteri Pertahanan Syria.
Banyak pihak mengklaim (meskipun sulit dibuktikan kebenarannya) bahwa Cohen-lah yang menyarankan untuk menanam pohon eucalyptus disekitar bunker militer dan tempat-tempat mortir di dataran tinggi Golan yang mengarahkan moncongnya ke Israel. Ia berpendapat bahwa dengan ditanamnya pepohonan ini akan memberi kamuflase alami yang sempurna agar tidak terdeteksi oleh Israel, juga untuk melindungi tentara dari cuaca panas digurun. Setelah sarannya disetujui oleh militer Syria, ia segera memberikan informasi tersebut ke dinas intelijen Israel. Selama Perang Enam Hari, informasi berharga ini digunakan oleh Angkatan Udara Israel (IAF) yang dengan mudahnya menghancurkan sebagian besar bunker Syria yang terlindung dibalik pepohonan. Pepohonan eucalyptus ini sampai sekarang masih terlihat di dataran tinggi golan dan menjadi saksi bisu sejarah kekalahan Syria.
Cohen juga mendapat informasi tentang rencana rahasia Syria membuat bunker pertahanan berlapis tiga untuk mengelabui militer Israel yang pasti menyangka hanya ada sebuah saja.
Selama di Syria, Cohen banyak memperoleh dan mengumpulkan informasi tentang pilot-pilot pesawat tempur Angkatan Udara Syria. Termasuk nama asli mereka, nama alias beserta keluarganya. Banyak pihak mengatakan bahwa informasi dari Cohen inilah yang digunakan oleh Mossad selama Perang Enam Hari ketika ada dua buah jet tempur Syria yang akan membom Tel Aviv. Ketika kedua jet ini sampai pada sasarannya, Mossad memperingatkan mereka melalui gelombang radio bahwa mereka mengetahui identitas para pilot tersebut, beserta keluarganya dan jika mereka tetap membom, keluarganya akan dibunuh. Para pilot begitu terkejut sekaligus ketakutan yang akhirnya menjatuhkan bom-bomnya ke laut dan kembali ke pangkalan dengan mengatakan target telah dibom.
Menurut keterangan saudara sekaligus temannya sesama agen Mossad, Maurice Cohen, Eli Cohen hanya tinggal tiga langkah lagi menjadi Presiden Syria pada saat terbongkarnya kegiatan mata-mata yang ia lakukan.
Permintaan dari pihak keluarga agar jenazah Cohen dikembalikan ke Israel ditolak mentah-mentah oleh pemerintah Syria (Mei 2006). Pada bulan Februari 2007, pejabat turki mengkonfirmasikan bahwa pemerintahnya siap menjadi mediator untuk pengembalian jenazah Cohen.
Eli Cohen menjadi Pahlawan Nasional di Israel karena berkat infonya Israel meraih kemenangan telak dalam Perang Enam Hari tahun 1967.

Dari penciptaan Israel melalui hari ini, Suriah telah menjadi salah satu, jika bukan yang paling, kepala batu dari itu musuh-musuh Israel. Dari 1948 sampai 1967, Suriah berada di lebih dari posisi untuk mengekspresikan tidak menyukainya dan ingin mengakhiri negara Yahudi oleh tembakan mortir dari Suriah menduduki Dataran Tinggi Golan ke permukiman Yahudi di Galilea Atas bawah ini. Selama 19 tahun, permukiman Yahudi di utara berada di bawah ancaman konstan senjata Suriah.

Hari ini, seseorang dapat melihat bunker mantan Suriah yang tetap di Dataran Tinggi Golan dari 1967 (serta tank dari 1973). Israel telah memiliki perbatasan utara yang tenang di sisi Golan selama 32 tahun. Orang Aram telah menggunakan perbatasan utara's Israel dengan Lebanon untuk melecehkan Israel cara mereka digunakan untuk dari Dataran Tinggi Golan . Sejak tahun 1992, Golan telah Facebook untuk diskusi dalam perundingan damai , tetapi pemogokan yang emosional chord yang sangat antara Israel karena bersejarah dan strategis signifikansinya, selain keindahan liar.

Ketika Golan ditangkap pada 1967, di hampir akhir Perang Enam Hari , pemukim di utara akhirnya bisa bernapas lega. Dan banyak dari kredit untuk kemampuan Israel untuk menangkap Golan disebabkan Eli Cohen, terbesar mata-mata Israel.

Golan tidak hanya penting bagi signifikansi militernya. Hal ini juga menyediakan 30% dari Israel sumber air . Tiga anak sungai utama Sungai Yordan atas - itu Dan, yang Baniyas, dan Hatzbani - semua berasal dari Golan. Salju musim dingin mencair menghasilkan besar run-off air yang membuat Golan sendiri merupakan daerah menghijau indah di akhir musim dingin dan musim semi, dan mengairi hula Lembah Yordan dan di bawah. Its air mengalir ke Laut Galilea (yang Kinneret) dan selatan ke Laut Mati .

The Kinneret memasok Israel dengan sebagian besar kebutuhan airnya. Pada tahun 1960-an, Israel mengembangkan pembawa air nasional yang dialihkan air dari Kinneret menjadi pipa yang diairi banyak negara - dan terutama Israel selatan gersang.
Israel mencoba mendapatkan kerjasama dari tetangga Arab-nya untuk rencana tetapi bangsa Arab tidak akan setuju, bahkan ketika Amerika Serikat mencoba untuk menggunakan pengaruh diplomatiknya untuk kelanjutan rencana tersebut. Orang-orang Arab akan ada itu, dan memutuskan untuk "mengalihkan sumber sungai Yordan yang berasal di wilayah Arab-yang diselenggarakan." Dengan cara ini, orang-orang Arab berharap untuk menghilangkan Israel dari perairan ia akan kebutuhan pertumbuhan nasional nya.

Suriah membawa insinyur hidrolik dan peralatan pengalihan untuk mewujudkan skema. Hal ini bertepatan dengan kelanjutan penyusup teroris Palestina tiba dari perbatasan Suriah, bersama dengan aliran terus-menerus bantuan teknis Soviet ke Suriah. "Perencana pertahanan Israel sangat dibutuhkan kecerdasan yang dapat diandalkan mengenai lingkup proyek pengalihan air - rencana rekayasa, diagram, peta, dan data lainnya - dan up-to-the-menit penilaian pengaruh Soviet di ibukota Suriah, serta informasi rinci rencana untuk modernisasi, melengkapi, dan pelatihan kembali pasukan Suriah. " Eli Cohen adalah orang untuk pekerjaan.

Eli Cohen lahir di Alexandria, Mesir, pada 26 Desember 1928 [sic 1924]. "Orang tuanya, orang Yahudi Suriah dari kota berkembang Aleppo, selalu menanamkan dalam berpikiran secara mendidik anak mereka tradisi orang Yahudi, Zionisme, dan budaya masyarakat Yahudi Suriah, pada khususnya." Pada tahun 1949 orangtuanya dan tiga bersaudara pindah ke Israel, sementara Eli tetap di Mesir untuk mengkoordinasikan kegiatan dan Zionis Yahudi di sana. Kita mungkin ingat-Yahudi mata-mata Mesir dari Operasi Susannah kegagalan .. Mereka tertangkap mata-mata untuk Israel pada tahun 1953 dan beberapa dari mereka digantung. Sejumlah hanya dirilis 14 tahun kemudian, setelah Perang 1967. Sementara Eli tidak secara langsung terlibat dengan mata-mata Susannah Operasi, dia terlibat dengan aktivitas pro-Israel, dan ia brutal ditanyai oleh Teman Intelijen Mesir.

Bahkan setelah operasi tertiup menyebabkan matinya mata-mata Susannah Operasi, Eli Cohen meninggalkan Mesir untuk Israel dalam rangka menjalani pelatihan spionase intensif pada musim panas 1955. Dia bahkan dilatih di fasilitas yang sama "yang pernah menjabat sebagai rumah untuk Susannah ditakdirkan sebangsanya pada tahun 1953." Ia kembali ke Mesir pada tahun 1956, namun diduga segera dan ditempatkan di bawah pengawasan. Pada awal Perang 1956 , ketika Israel menduduki Sinai, Eli Cohen ditahan oleh pemerintah Mesir, dan diusir dari Mesir bersama dengan sisa Aleksandria Yahudi pada akhir perang. Ia tiba di Israel pada tanggal 8 Februari 1957.

Eli Cohen, pada 29, menawarkan jasa kepada Intelijen Israel Layanan tetapi ditegur dua kali. Dia bahkan tidak direkrut menjadi layanan reguler, tetapi "ditempatkan dalam formasi cadangan Angkatan Udara Israel sebagai petugas logistik." Mungkin dia tidak diizinkan masuk ke layanan keamanan karena itu evaluasi Intelijen Militer beberapa tahun sebelumnya. "Badan ini menyimpulkan bahwa Cohen memiliki keberanian besar IQ tinggi,, memori fenomenal, dan kemampuan untuk menyimpan rahasia, tetapi tes juga menunjukkan bahwa 'meskipun penampilan sederhana, ia memiliki rasa berlebihan diri penting, 'dan' banyak ketegangan internal. " Cohen, hasil penelitian menunjukkan, 'tidak selalu mengevaluasi bahaya benar, dan bertanggung jawab untuk menanggung risiko melampaui orang-orang yang diperlukan. "
Pada tanggal 31 Agustus 1959, ia menikah dengan seorang Yahudi kelahiran Irak cantik, Nadia Majald. Dia bekerja sebagai seorang akuntan. Pekerjaan tidak selalu stabil, dan ia segera harus lebih mengandalkan Nadia untuk membantu mendukung pernikahan mereka, yang cepat akan menyebabkan anak-anak.

Pada tahun 1960, bagaimanapun, Intelijen Israel siap melihat lagi Eli Cohen. Eli, setelah semua, lahir di negara Arab, memiliki fitur oriental, dikenal sangat mementingkan diri sendiri dan tak kenal takut dalam mengejar menyebabkan, dan memiliki pengetahuan bahasa Arab, Inggris, dan Perancis. Perbatasan dengan Suriah adalah memanas juga.
Suatu hari pada tahun 1960 Intelijen Israel mendekatinya tentang bekerja untuk mereka lagi. Pada awalnya dia menolak. Tetapi dalam satu bulan dia telah kehilangan pekerjaan akuntansi Tel Aviv berbasis nya. Ketika Intelijen datang untuk kedua kalinya, ia melompat di itu. "Pelatihan nya luas dan lengkap. Dia yang diajarkan teknik mengemudi dengan kecepatan tinggi mengelak, kemampuan Senjata (terutama dengan berbagai macam senjata ringan), topografi, membaca peta, sabotase, dan yang paling penting, transmisi radio dan kriptografi. Keterampilan ini . berperan dalam memastikan keselamatan dan kelangsungan hidup satu Kamal Amin Ta'abet: identitas baru Eli Cohen Salah satu tugas yang paling sulit bagi Eli Cohen adalah untuk mempelajari lagu fonetik rumit dan jelas dari Arab Suriah, sebelum pelatihan kecerdasannya, nya aksen Mesir dapat disangkal. " pelatih nya seorang Yahudi kelahiran Irak yang telah koperasi terlatih dalam bahasa Arab dan tradisi dan kebiasaan muslim untuk sepanjang waktu.

Intelijen menciptakan identitas yang sama sekali baru baginya. Kamal Amin Ta'abet (Tabas juga disebut dalam beberapa sumber) lahir di Beirut, Lebanon, untuk orang tua Muslim Suriah. Nama ayahnya adalah Amin Ta'bet, dan ibunya Sa'adia Ibrahim. Menurut biografi fiksi nya, pada tahun 1948 "keluarganya pindah ke Argentina, di mana mereka membuka usaha tekstil yang sukses." (Eli Cohen) kembali Kamal Amin Ta'abet ke Suriah pura-pura akan pemenuhan mimpi patriotik seumur hidup.

Pada awal 1961, Chaim Herzog , Kepala Intelijen Militer dan kemudian presiden Israel, menandatangani dokumen otorisasi kita gunakan Cohen sebagai mata-mata. Dia didorong ke bandara, di mana istrinya Nadia melihat dia pergi. Dia dipahami dari padanya bahwa ia akan bekerja untuk Departemen Pertahanan, tetapi dia tidak tahu di mana atau dalam apa kapasitas. Dia mengatakan, ia akan benar-benar aman dan dia percaya bahwa sampai penangkapannya tahun 1965.

Eli Cohen pertama kali dikirim ke Buenos Aires, Argentina, untuk mendirikan menutupi sebagai imigran Suriah. Dia segera membuktikan dirinya dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Suriah Buenos Aires dan dikenal sebagai seorang pengusaha kaya yang murah hati, tip baik, dan menyukai kehidupan malam. Dia segera menjadi diterima, sangat disukai dan dihormati, dan membuat kontak dengan para politisi, diplomat dan pejabat militer bekerja di Kedutaan Besar Suriah. Salah satunya adalah Kolonel Amin al-Hafaz, seorang pendukung partai Ba'ath sekuler-kiri.

kontak Cohen, dipelihara melalui serangkaian pesta makan malam mewah, acara-acara sosial, dan persahabatan dengan orang-orang di tempat-tempat yang tinggi, menyebabkan undangan untuk mengunjungi Damaskus dan untuk mendirikan sebuah usaha bisnis di sana. Dia berjanji memberikan dukungan dalam setiap usaha ia mungkin ingin melakukan, dan dermawan jumlah kas yang ia tampaknya memiliki banding ke jahat yang berpikir dia bisa memberikan "grease" untuk ambisi finansial mereka, serta Syria patriotik yang berharap untuk infus modal asing ke negara Suriah.

Sembilan bulan kemudian, pada tahun 1961 akhir, Eli kembali ke Israel untuk kunjungan bersama istrinya Nadia. Tapi ia menghabiskan sebagian besar waktunya di Tel Aviv "menyempurnakan penutup dan mendapat penjelasan mengenai persyaratan Aman tentang dirinya di Suriah, serta data intelijen menit-menit terakhir yang dibutuhkan untuk misi-Nya." Tak perlu dikatakan, ia berhasil secara efektif menembus Suriah sosial dan politik / diplomatik / strata militer sudah liar melebihi harapan Aman tentang dirinya

Cohen tiba di Damaskus pada bulan Februari 1962, menyamar sebagai seorang pengusaha dari Argentina yang telah kembali ke tanah kelahirannya. Pada akhir tahun 1961 Suriah terlarut persatuan dengan Mesir, yang telah berlangsung tiga tahun saja. Partai Ba'ath terbit berkuasa dan Eli Cohen ingin berada di sana ketika itu benar-benar mengambil alih kekuasaan. Hati-hati ia dibudidayakan kontak dengan kepemimpinan Ba'ath, yang termasuk atase militer Suriah di Argentina, Jenderal Amin al-Hafaz. Ia melanjutkan kehidupan sosialnya, menghabiskan banyak waktu di kafe mendengarkan gosip politik. Dia juga memegang pihak di rumahnya, yang berubah menjadi pesta pora bagi para menteri Suriah tinggi ditempatkan, pengusaha, dan lain-lain, yang menggunakan apartemen Eli "untuk assignations dengan berbagai perempuan, termasuk sekretaris Kementerian Pertahanan, hostes penerbangan, dan bintang-bintang bernyanyi Suriah." Pada pihak-pihak pejabat tinggi-ditempatkan seperti itu akan "berbicara dengan bebas dari pekerjaan mereka dan rencana tentara Eli, yang akan berpura-pura mabuk, tetap. Tenang dan mendengarkan dengan cermat." Selain memberikan pinjaman kepada pejabat pemerintah dan bertindak sebagai tuan rumah avid, ia meminta nasihat oleh pejabat pemerintah, yang sering mabuk oleh alkohol ia bebas yang disediakan. Eli sendiri tidak di atas bagian dari kehidupan spicier mata-mata baik. "The 'suami pemburu' antara Damaskus kaya dan berpengaruh berkumpul di Ta'abet tampan, berharap bahwa mereka almond mata, keindahan Bizantium, dan kulit zaitun akan mengamankan masa depan kekayaan dan kekuasaan: Ia menjadi yang paling dicari setelah sarjana dalam ibukota Suriah. Dia tidak objek, sebenarnya, dengan ide reputasi pria wanita Dia. tujuh belas pecinta di Suriah, semua keindahan yang mempesona dengan tingkat wajar kekuasaan keluarga. " Eli berharap seperti yang dilakukan Israel Intelligence - bahwa perempuan "akan membantu dia melarikan diri di saat krisis."

Dengan waktu ia dibawa lebih ke kepercayaan dari eselon tertinggi kekuasaan. Ia menjadi kepercayaan George Saif, tinggi di Departemen Penerangan. "Kepercayaan Cohen lengkap menikmati antara informan tanpa disadari itu digambarkan oleh peristiwa berikut, yang mungkin memiliki konsekuensi serius bagi para agen Israel.
Suatu hari Cohen sedang duduk di kantor Saif membaca dokumen diklasifikasikan sementara Suriah di telepon. Salah satu direktur kementerian memasuki ruangan tanpa pemberitahuan.
'Bagaimana mungkin Anda berani mengizinkan orang asing untuk membaca dokumen rahasia? " dia marah tanya Saif.
Saif tenang menjawab, 'Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Dia teman terpercaya. '"

Ketika Ba'ath merebut kekuasaan pada tahun 1963, Eli telah tertanam kuat di masyarakat tinggi Suriah. Sementara itu, setiap beberapa hari ia mengirimkan informasi penting untuk penangan Israel nya melalui pemancar radio ia tersembunyi di dalam kamarnya.
Eli berkala akan kembali ke Israel untuk berbicara dengan penangan Israel dan mengunjungi istri dan anak-anak kecil. Secara keseluruhan, ia kembali ke Israel tiga kali antara tahun 1962 dan 1965.
Proyek Suriah untuk mengalihkan air dari hulu sungai Yordan dari Israel telah disebutkan dalam pendahuluan di atas. Eli berteman dengan dua perwira Angkatan Darat yang ditempatkan sangat, Kolonel Hatoum dan Dali, yang informasi lengkap tentang skema. Pada tahun 1964 awal, Eli bisa radio Tel Aviv bahwa saluran tersebut sedang digali sepanjang seluruh Heights Suriah untuk menerima aliran dialihkan Sungai Baniyas - salah satu yang utama sumber Yordania - dan kosong ke wilayah Yordania Eli. " hati-hati dibilang semua rincian proyek dan meneruskannya ke Israel Intelijen,. Karena ini untuk informasi Angkatan Udara Israel mampu melenyapkan rencana Suriah untuk skema pengalihan oleh mengupas dan pemboman buldoser dan peralatan lain yang digunakan untuk skema tahun 1964 awal.

koneksi Eli memungkinkan dia harus dibawa ke Dataran Tinggi Golan - sebuah aset strategis utama untuk Suriah 1948-67. Seperti yang kita lihat, orang Aram terus-menerus dilecehkan pemukiman Israel utara 1948-67. The Dataran Tinggi Golan pertahanan adalah top-rahasia dan tertutup hanya ke atas staf militer. "Namun demikian, Kamal Amin Ta'abet (Eli Cohen) berhasil mengunjungi masing-masing dan setiap posisi. Dengan perwira staf senior bertindak sebagai panduan, Eli Cohen memberikan pengarahan intelijen mendalam tentang proporsi monumental." Mereka bahkan difoto Eli di Dataran Tinggi Golan, melihat dari atas ke Israel, di samping para perwira Suriah yang paling tinggi. Dia ingat dan diteruskan kepada Israel Intelijen "posisi setiap senjata Suriah, parit, dan sarang senapan mesin di setiap fortifikasi Dataran Tinggi Golan; tangki perangkap, dirancang untuk menghalangi setiap serangan Israel, juga diidentifikasi dan hafal untuk masa depan penargetan." Salah satu aspek yang lebih terkenal dari perjalanan spionase nya dianggap ia turun ke Dataran Tinggi Golan. Sebagai perwira Angkatan Darat Suriah menjelaskan kepada Eli benteng Tentara Suriah telah dibangun, Eli menyarankan bahwa menanam pohon Suriah sana untuk menipu orang-orang Israel ke dalam pemikiran itu difortifikasi, serta memberikan keteduhan dan keindahan bagi para prajurit ditempatkan di sana. Petugas Suriah langsung setuju - dan Eli segera lulus informasi ke Israel. Berdasarkan pohon-pohon kayu putih, Israel tahu persis di mana kubu Suriah.

Eli persahabatan dengan Amin al-Hafez terbukti sangat berharga. Setelah Hafez menjadi Perdana Menteri, Eli bahkan dianggap bernama Suriah Deputi Menteri Pertahanan.
Tapi perubahan yang terjadi di Pemerintah Suriah yang Eli khawatir. Selain itu, komandan Intelijen Syria, Kolonel Ahmed Su'edani dipercaya tidak satu dan tidak menyukai Eli. Eli menyatakan rasa takut dan ingin mengakhiri tugasnya di Suriah selama kunjungannya terakhir ke Israel pada bulan November 1964. Namun, Israel Intelijen memintanya untuk kembali ke Suriah sekali lagi. Informasi dia telah menyediakan mereka selama bertahun-tahun terlalu bagus untuk melepaskan.
Eli tidak kembali ke Suriah, tetapi tingkah lakunya berubah. Ia menjadi jauh lebih hati-hati dalam transmisi ke Israel, kadang-kadang memanggil sekali atau bahkan dua kali sehari - dan hampir selalu pada saat yang sama, pukul 8:30 pagi. Transmisi menjadi lebih lama juga. Beberapa disebabkan ini untuk rasa keangkuhan (meskipun ketakutan ia telah menyatakan pada bulan November 1964), karena kemampuan dan kemudahan ia telah berpindah sekitar di eselon tertinggi kekuasaan Suriah. Lain telah disebabkan kecerobohan untuk kecenderungan hampir bunuh diri - mungkin, itu kemudian menduga, ia telah berada di dunia menyamar terlalu lama, tapi tahu ia tidak bisa keluar dari itu. Karena itu, mungkin dia hanya lelah dari keseluruhan sandiwara.

Suriah dan penasihat Rusia mereka khawatir dengan kecerdasan yang merembes ke luar negeri. Para ahli keamanan sangat waspada Rusia, dilengkapi dengan peralatan yang sangat sensitif pengumpulan intelijen teknis, menunjuk sumber transmisi di ibukota Suriah - dan itu rumah Eli. Suatu hari di bulan Januari 1965, intelijen Suriah masuk ke rumahnya di tengah transmisi. Tokoh terkemuka di break-in adalah kepala Intelijen Syria, Kolonel Ahmed Su'edani - musuh Eli.

Eli tertangkap dalam bertindak dan tidak ada yang bisa ia lakukan. Dia disiksa, tetapi ia tidak akan memberikan informasi apapun yang memberatkan tentang Israel. penculik-Nya kemudian berkata pada bantalan mulia dan keberaniannya meskipun metode interogasi mengerikan Suriah.
Dia kemudian menjalani persidangan menunjukkan, seperti Susannah Operasi mata-mata telah di Mesir 12 tahun sebelumnya., Seperti mereka, vonis nya ditentukan.
Para pemimpin dunia, orang-orang kaya, pemerintah Israel, Paus, dan lain-lain semua campur tangan atas namanya. Sia-sia. Ia digantung pada tanggal 18 Mei 1965. Dia menulis surat terakhir kepada istrinya sebelum ia menaiki tangga-tangga ke kerumunan mendidih. Eksekusi disiarkan di televisi Suriah. Setelah eksekusi, sebuah perkamen putih diisi dengan Anti-Zionis menulis diletakkan di tubuhnya dan ia dibiarkan selama enam jam.
Eli Cohen memberikan jumlah yang luar biasa data intelijen kepada Tentara Israel selama tiga tahun. Pada tahun 1967, Israel mampu menaklukkan Dataran Tinggi Golan dalam dua hari - sebagian karena kecerdasan yang disediakan. Sebagai Kepala Intelijen Meir Amit berkata, Eli "berhasil jauh melampaui kemampuan manusia yang lain."

Apa yang mungkin paling menakjubkan tentang Eli Cohen adalah bahwa ia benar-benar disukai - bahkan dicintai - oleh begitu banyak pemimpin Suriah atas. Dia memiliki masukan ke dalam dan berdampak pada pertahanan nasional Suriah, dan jamban untuk hampir semua rahasia mereka. Dia benar-benar masuk ke dalam hidup di ibukota Suriah dan ia tidak pernah dicurigai sebagai mata-mata sampai hampir akhir.
Hal ini untuk alasan-alasan Eli Cohen dikenal sebagai mata-mata terbesar Israel.